sarkasme

Pengertian dan Contoh Penggunaan Sarkasme

Pada beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia mulai banyak menggunakan gaya bahasa di kehidupan sehari-hari. Gaya bahasa sarkasme merupakan salah satu gaya yang cukup populer digunakan.

Biasanya, orang-orang menggunakan gaya bahasa tersebut untuk melakukan sindiran terhadap sesuatu. Umumnya, penggunaan bahasa ini cenderung menggunakan ejekan, kata-kata pedas, ataupun cemoohan.

Lalu, sebenarnya seperti apakah gaya bahasa sindir menyindir ini digunakan? Nah, bagi Anda yang penasaran ingin tahu lebih jauh lagi tentang bahasa tersebut, maka simaklah ulasannya berikut ini.

Pengertian Sarkasme

Sebelum membahas lebih jauh, Anda perlu memahami terlebih dahulu tentang apa itu Sarkas. Secara kata, sarcasm diambil dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “Sark” dan “Asmos”.

Sark mempunyai arti daging, sedangkan Asmos mempunyai arti merobek. Berdasarkan dua kata tersebut bisa diartikan bahwa sarcasm merupakan gaya bahasa untuk menyindir ataupun melukai perasaan orang lain.

Artinya, secara umum sarcasm ini adalah tindakan ironi verbal yang digunakan untuk mengejek, menghina, ataupun mengolok-olok. Biasanya penggunaannya dilakukan dengan cara mengatakan hal yang terbalik dari kenyataan yang ada.

Ciri-Ciri Gaya Bahasa Sarkasme

Secara umum, majas ini punya gaya yang mirip dengan satire dan juga ironi. Namun, dari kedua majas tersebut terdapat beberapa hal yang membedakannya seperti berikut ini.

  • Tujuannya untuk membuat hati atau perasaan orang yang mendengar sakit
  • Penggunaannya tidak selalu dengan menyatakan ungkapan sebenarnya, namun sifatnya sangat emosional
  • Disampaikan dengan dasar emosi negatif ataupun tentang kekecewaan mendalam terhadap hal tertentu.
  • Sifatnya pasif agresif. Maksudnya adalah tidak terlihat seperti menyerang tetapi sebenarnya sedang menyerang

Berdasarkan ciri-ciri di atas, Anda tentu bisa lebih mudah dalam membedakan ketiga majas tersebut. Jadi, selanjutnya, Anda bisa untuk menggunakannya dengan lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Penggunaan Majas Sarkasme

Untuk memperjelas lagi tentang penggunaan dari majas sarcasm ini, tentu akan lebih mudah jika diberikan dengan contoh. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan dari majas sarcasm dalam sebuah kalimat.

  • Memang dari dulu ucapanmu itu berbisa layaknya seekor ular kobra!
  • Keledai saja tidak kembali jatuh pada lubang yang sama, tetapi kau jatuh ke lubang yang sama lagi!
  • Apakah kamu pikir aku bodoh? Kaulah sebenarnya yang bodoh karena bohong kepadaku!
  • Tipis benar make up kamu, sampai-sampai bisa diambil dengan sendok.
  • Harta koruptor memang banyak, tetapi kasihan tinggalnya kebanyakan di penjara
  • Kamu itu playboy kelas tempe! Duit modal tidak ada dan wajah biasa saja berani-beraninya memainkan banyak hati perempuan!
  • Jangan menjadi menantu keluarga kaya itu, menjadi pembantunya saja kamu tidak diterima!

Berbagai informasi dan contoh di atas semoga bisa menambah pemahaman Anda tentang sarkasme. Dengan memanfaatkan majas tersebut, Anda bisa juga menggunakannya dalam membuat sebuah artikel hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *