Pahami dengan Baik Jenis Investor Sebelum Anda Menggeluti Dunia Investasi

Ketika terjun ke dunia investasi, Anda bukan hanya mengurus dana dan instrumen yang dipilih untuk menjalankannya. Anda secara otomatis berstatus sebagai investor saat berinvestasi di saham, reksa dana, atau asuransi jiwa yang komprehensif. Jadi, kalau Anda tak benar-benar memahami profesi tersebut, maka peluang mendapatkan profit besar pun tentunya kurang menjanjikan.

Untuk itu, jika ingin merintis karier sebagai seorang investor handal, Anda perlu mengenali jenisnya terlebih dulu, di antaranya:

 

Jenis investor berdasarkan karakter

Karakter dapat memperlihatkan cara seseorang berinvestasi. Dalam hal ini, ada tiga jenis investor yang beroperasi, seperti:

  • Konservatif 

Investor tipe konservatif cenderung menghindari risiko tinggi, sehingga mereka lebih memilih instrumen paling aman. Mereka juga lebih nyaman menggunakan instrumen investasi dengan imbal hasil yang tidak besar, tetapi pergerakannya stabil. Jika Anda termasuk investor konservatif, pastikan rencana investasi yang dikembangkan dilakukan dalam jangka panjang. Adapun instrumen yang direkomendasikan adalah reksa dana, deposito, dan tabungan.

  • Moderat 

Apa Anda termasuk orang yang berani mengambil investasi jangka pendek untuk memperoleh profit yang tinggi dari inflasi? Bisa jadi Anda masuk ke jenis investor moderat. Orang-orang yang masuk ke dalam kelompok ini biasanya memahami bagaimana cara investasi bekerja, termasuk fluktuasinya di pasar modal. Oleh karena itu, beberapa investor moderat lebih memilih instrumen investasi seperti reksa dana campuran karena risiko kehilangan profitnya bisa ditekan.

  • Agresif 

Sesuai namanya, investor agresif atau risk tasker tak sungkan mengambil risiko meski harus menghadapi kehilangan sebagian besar atau keseluruhan dana yang disetorkan. Maka dari itu, mereka memanfaatkan berbagai instrumen investasi yang tersedia, mulai dari reksa dana, trading saham, hingga komoditas. Jenis investor ini juga yang umumnya bakal Anda jumpai saat hendak berinvestasi di bidang properti.

 

Jenis investor berdasarkan metode pemilihan saham

Anda yang sudah mantap memilih saham sebagai instrumen investasi akan berhadapan dengan tiga metode pemilihannya. Cara-cara ini pula yang akan menentukan cara kerja Anda sebagai investor.

  • Investasi nilai

Investor yang memilih investasi nilai (value investing) biasanya mencari sekuritas dengan nilai-nilai intrinsik tinggi, terutama saat dibandingkan dengan nilai kapitalis. Hal ini disebabkan para investor lebih fokus mengamati nilainya. Pertimbangan lain yang akan diperhatikan jenis investor ini adalah neraca, sebab sebagian besar investor yang memilih investasi nilai akan mencari perusahaan atau organisasi sejenis yang mempunyai neraca kuat.

  • Investasi pendapatan

Orang-orang yang memilih investasi pendapatan sebagai metode termasuk investor loyal, terutama dalam pembagian dividen. Tujuannya adalah menjaga posisi mereka agar tetap aman dan menerima penghasilan secara rutin. Agar strateginya membuahkan hasil sesuai yang diharapkan, biasanya investor jenis ini akan mencari yield dividen yang tinggi. Menyoal dividen, pembagiannya sendiri akan dilakukan dalam setahun sebagai bentuk penghasilan perusahaan dengan yield dividen sebagai bunga deposito.

  • Investasi pertumbuhan

Terakhir, ada investasi pertumbuhan (growth investment) yang memfokuskan praktiknya terhadap pertumbuhan sebuah perusahaan. Sebagai investor, Anda perlu mengamati manajemen, pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, perilaku manajemen, dan lain sebagainya. Perusahaan yang memiliki potensi berkembang dalam beberapa tahun ke depan adalah jenis yang paling diminati karena investor bisa memantau pergerakan produk di pasar modal dalam jangka waktu lama.

Semoga setelah membaca informasi ini, Anda dapat menyiapkan langkah-langkah yang tepat, sehingga karier sebagai investor dapat berjalan lancar dan memberikan profit yang maksimal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *